Apakah Benar Metode Pembelajaran Modern ini Efektif untuk Murid ?

Secara mendasar, Metode Tradisional menjadi metode yang akan menekankan konsep lama untuk bisa berkembang dilingkungan pendidikan. Berarti secara mendasar juga, Metode Modern ini menjadi sebuah metode yang mana akan menekankan konsep-konsep baru atau konsep gubahan. Namun tetapi saja, disini guru masih menjadi pemimpin aktif demi berjalannya pembelajaran tersebut. 

Proses belajar atau proses dari pembelajaran memang sudah menjadi sebuah kegiatan yang mana wajib sekali untuk bisa kalian lakukan dab bisa kalian berikan kepada anak-anak kalian semua. Karena pada dasarnya, sang anak atau seorang murid inilah yang menjadi kunci sukses untuk bisa menggapai masa depan yang cerah, lalu bisa mempersiapkan adanya generasi bangsa dengan wawasan Ilmu Pengetahuan yang tinggi. Pada akhirnya akan berguna untuk Bangsa – Negara dan juga Agama mereka.

Melihat adanya peran yang begitu penting, maka bisa menerapkan metode yang efektif sekali dan juga efisien sebagai sebuah keharusan. Dengan adanya harapan dari proses belajar mengajar yang akan berjalan dengan menyenangkan dan tidak pernah membosankan. Dari sinilah kami melihat adanya beberapa metode pembelajaran efektif yang mungkin saja, bisa kalian persiapkan dan bisa kalian gunakan untuk proses dari pembelajaran di sekolah. Namun dari metode yang akan kami berikan ini apakah nantinya benar-benar efektif untuk semua anak-anak ? 

1. Pembelajaran Metode Debat 

Metode yang satu ini menjadi salah satu metode pembelajaran yang sangat amat penting untuk bisa meningkatkan adanya kemampuan akademik siswa. Materi ajar bisa dipilih dan bisa disusun menjadi sebuah paket pro dan juga kontra. Disini siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan dari setiap kelompok akan langsung terdiri minimal sekali 4 orang. Setiap kelompok akan ada 2 siswanya yang mengambil posisi pro dan 2 siswa lainnya mengambil posisi kontra. Agar kiranya nanti timbul perdebatan mengenai topik yang telah ditugaskan. Laporan masing-masing dari kelompok ini menyangkut atas kedua posisi pro maupun kontra yang akan diberikan ke sang guru. Jika digabungkan dengan menggunakan pembelajaran Modern, maka akan terciptanya diskusi secara online sesama kelompok mereka. Nantinya hasil dari diskusi tersebut akan membuat rangkuman berbentuk online. Entah itu file ataupun materi yang ada. 

2. Pembelajaran Metode Role Playing 

Untuk metode pembelajaran Role playing ini menjadi salah satu metode dari penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan juga penghayatan siswanya. Pengembangan imajinasi dan penghayatan akan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai seorang tokoh hidup maupun benda mati. Permainan ini pada umumnya akan dilakukan untuk lebih dari satu orang, dan hal ini akan bergantung kepada apa yang sudah diperankan. 

3. Pembelajaran Metode Pemecahan Masalah 

Selanjutnya adalah Metode Problem Solving. Dimana penggunaan dari metode ini dalam kegiatan pembelajaran dengan cara untuk melatih siswa dalam menghadapi berbagai macam masalah, baik itu masalah pribadi maupun untuk masalah kelompok di dalam memecahkannya. Berarti bisa metode pemecahan sendiri-sendiri maupun pemecahan bersama-sama. Orientasi pembelajarannya sendiri adalah Investigasi dan penemuan yang didasari oleh pemecahan dari masalah itu sendiri. Kalau sistemnya Modern, apakah ini masih efektif untuk anak murid ? 

4. Pembelajaran Metode Picture and Picture ( Gambar dan Gambar )

Selanjutnya, metode Picture and Picture ini masuk ke dalam metode belajar yang mana menggunakan gambar yang kemudian bisa dipasangkan atau diurutkan menjadi sebuah urutan yang memang logis. Bagaimana langkah dari metode ini ? …. 

  • Guru akan menyampaikan sebuah kompetensi yang memang ingin dicapai olehnya. 
  • Guru akan menyajikan sebuah materi sebagai pengantarnya. 
  • Guru akan selalu menunjukkan atau memperlihatkan adanya gambar-gambar yang memiliki kaitan dengan materi tersebut. 
  • Guru akan menunjuk maupun memanggil siswa secara bergantian dalam memasang atau mengurutkan gambar menjadi gambar yang logis. 
  • Guru akan menanyakan atas dasar apa dengan alasan yang nyata atau memang dasar pemikiran dari urutan gambar tersebut. 
  • Dari adanya alasan atau urutan gambar ini, guru sudah memulai dalam menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 
  • Pada akhirnya memberikan sebuah kesimpulan atau hasil dari rangkuman yang ada. 

Hal yang bagus dari apa yang sudah diterapkan seperti : 

  • Guru akan lebih jauh untuk mengetahui kemampuan masing-masing dari siswanya. 
  • Bisa melatih cara untuk berpikir logis dan berpikir sistematis.

Namun adapun kekurangannya seperti dengan memakan banyak sekali waktu dan banyak sekali siswa yang  pasif pastinya. 

5. Pembelajaran Metode Numbered Heads Together 

Metode dari Numbered Heads Together menjadi sebuah metode belajar yang mana dari setiap siswa akan diberikan nomor kemudian bisa dibuat suatu kelompok yang mana, secara acak guru dapat memanggil nomor dari siswanya. Langkah-langkah yang dilakukan seperti : 

1.1 Siswa akan dibagi dalam beberapa kelompok, dan setiap siswa dalam setiap kelompok bisa mendapatkan nomor. 

2.2 Guru akan memberikan Tugas dan masing-masing dari kelompok akan mengerjakannya. 

3.3 Kelompok mampu untuk mendiskusikan jawaban yang memang benar dan bisa memastikan dari tiap anggota kelompok ini dapat untuk mengerjakannya. 

4.4 Disini Guru akan memanggil dari salah satu nomor siswa dengan nomor yang nantinya dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 

5.5 Akan ada tanggapan dari teman lainnya yang kemudian, Guru ini akan menunjuk nomor lainnya. 

6.6 Akhirnya mendapatkan kesimpulan dari semua tugas yang sudah diberikan guru. 

6. Pembelajaran Metode Investigasi Kelompok 

Metode dari investigasi Kelompok akan sering dipandang sebagai sebuah metode yang mana paling kompleks dan juga sulit untuk bisa dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatifnya. Metode ini jelas melibatkan adanya siswa sejak perencanaannya, baik itu dalam menentukan topik maupun dalam mempelajarinya melalui sebuah investigasi yang ada. Metode ini akan menuntut para siswa sejak perencanaan, baik itu dalam menentukan topik maupun cara untuk bisa mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini juga bisa menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik di dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok atau Group process Skills. Para guru yang akan menggunakan metode dari pembelajaran Investigasi kelompok ini umumnya akan membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 sampai dengan 6 siswa dengan sebuah karakteristik yang heterogen. 

Jadi, apakah metode-metode ini masuk efektif dalam pembelajaran yang Modern ? atau benarnya malah jatuh ke dalam metode pembelajaran yang tradisional ?