Kompetensi Teknologi Pendidikan Pasca Pandemi

Peranan dari sebuah Teknologi Pendidikan di dalam pembelajaran dewasa ini sudah mulai menjadi sebuah elemen penting dan perlu menjadi perhatian nyata. Hadirnya dunia industri 4.0 dan juga Internet of Things atau yang dinamai dengan mpo slot IoT sudah diakui bahwa memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap sebuah perubahan sistem dan juga budaya belajar. Terlebih lagi semenjak kehadiran dari wabah Covid-19 yang sampai detik ini masih merebak mengharuskan sekali, seluruh stakeholder pendidikan dalam menyesuaikan adanya kegiatan belajar mengajar atau KBM di sekolah jadi daring atau jarak jauh. 

Homeschooling" untuk Pendidikan Masa Pandemi

Walau bisa dikatakan ada dampak positif dari hadirnya dunia pendidikan pada pemanfaatan teknologi ini, jadi persebaran pengetahuan serta sarana prasarana di Indonesia selama ini juga belum saja merata dan juga sudah memadai di setiap wilayahnya. Dengan pemerataan kebijakan seperti adanya penghapusan Ujian di kelas dan diganti langsung menjadi banyaknya penugasan Online serta penerapan langsung pada pembelajaran Online yang berbasis video Conference maupun Webinar. Tentu saja ini akan menjadi sebuah tantangan terbaru yang sangat sulit bagi para guru, orangtua dan juga murid yang berada di daerah pedesaan atau pedalaman. Mereka harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat sementara, pengetahuan dan fasilitas juga belum tercukupi dan memadai di setiap daerahnya. 

Lagi penting dari SDM ini sendiri juga memang harus siap dan mampu beradaptasi dengan budaya belajar baru  yang serba online dan juga digital tersebut. Jadi, Mindset kemandirian untuk selalu saja belajar dan meningkatkan kompetensi dari pelaku pendidikan terkhusus bagi para guru yang sudah merupakan hal tersebut harus bisa ditanamkan dalam setiap diri para pendidik. Bahwa ini semua adalah tanggung jawab dalam peningkatan pada kualitas pendidikan dan juga adaptasinya. 

Kompetensi yang Harus Dimiliki Oleh Guru pada Era Digital 

Teknologi dari pendidikan ini awalnya sudah dipandang sebagai sebuah media saja. Gagasannya sendiri dikenalkan langsung oleh James Finn sejak tahun 1915 sampai 1916 yang sudah langsung mengusulkan bidang komunikasi Audio Visual yang sudah menjadi teknologi pembelajaran. Arti dari Teknologi Pendidikan sejak tahun 1960 sampai dengan 1963 bisa diartikan lebih jauh sebagai suatu cara untuk melihat masalah pendidikan dan juga menguji atas kemungkinan-kemungkinan solusi dari permasalahan dalam dunia pendidikan. Teknologi dari pendidikan sendiri juga bisa lho diartikan sebagai sebuah pemanfaatan dari tiap mode dan juga media komunikasi yang efektif untuk membantu sebuah pengembangan potensi belajar – Barbara 1994 silam. 

Definisi terbaru dalam teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004 silam. Menjadi studi dan juga etika praktek dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui Penciptaan, Penggunaan dan juga sebuah Pengaturan dari Proses serta Sumber Daya Teknologinya. Sehingga poin pentingnya tak hanya peran dari teknologi itu sendiri yang penting juga dari Sumber Daya Manusia yang ada di dalam sebuah proses pembelajaran itu sendiri. 

Kedepannya memang Online Learning  dan merupakan menjadi bagian dari Teknologi Pendidikan yang semakin jauh lebih Intens dan juga Ekstrim pada penggunaan metode pembelajarannya. Hal ini karena di era digital, semuanya akan terhubung langsung pada teknologi dengan internet termasuk juga pada proses belajar mengajar. Sehingga seluruh pelaku dari dunia pendidikan termasuk para guru ini perlu sekali menyiapkan adanya pengetahuan dan juga keterampilan yang sangat amat memadai untuk menggunakan dan mengelola pembelajaran online serta sumber daya lainnya dari internet dengan efektif dan juga jauh lebih efisien. 

Nah setidaknya memang ada beberapa Kompetensi yang harus dimiliki dan disiapkan oleh seorang Guru pada era digital masa kini. Kompetensinya seperti : 

Memiliki Pikiran Kritis & Memecahkan Masalahnya 

Dan dalam konteks yang satu ini, guru memang harus bisa terus menerus untuk memproses dan juga mengkolaborasikan informasi serta pengetahuan yang sudah diperolehnya secara faktual dalam memecahkan masalah pada pembelajaran dengan menerapkan berbagai macam alternatif solusi yang sangat sesuai sekali dengan kebutuhan dan juga karakteristik murid tersebut. 

Misalnya saja ada murid yang suka sekali dalam bermain game dan juga cenderung tidak tertarik belajar dengan menggunakan adanya bantuan buku maupun ceramah. Maka guru ini bisa langsung menawarkan alternatif pembelajaran dengan menyediakan adanya materi pada pelajaran dan juga kuis berbasis game interaktif dengan adanya memanfaatkan gadget tersebut. Jadi guru disini harus bisa terus berpikir kritis dan mampu dalam memecahkan masalah dengan solusi-solusi yang jauh lebih ideal di dalam memecahkan masalah pembelajaran bagi muridnya tersebut. 

Harus Memiliki Komunikasi dan Kolaborasi 

Untuk era digital saat ini, setiap orang memang dituntut untuk bisa bahkan wajib memiliki kemampuan di dalam berkomunikasi yang baik, termasuk lagi bagi kalian seorang pendidik. Para guru juga harus bisa memiliki kecakapan dalam komunikasi dikarenakan senantiasa berhubungan dengan orang lain. Misalnya saja saat Program Merdeka Belajar diterapkan di setiap guru harus benar-benar bisa berkolaborasi dengan para Stakeholder pendidikan lainnya. 

Misalnya saja saat ingin ikut pelatihan dan juga Workshop mengenai pembelajaran, maka disini posisi guru juga harus bisa berbaur dan berkolaborasi dengan para rekan pendidikan lainnya di dalam forum agar ilmu dan juga pengalaman yang diperolehnya jauh lebih mendalam dan juga jauh lebih bermakna. Contoh lainnya ketika adanya seorang guru ini akan membuat kelas online berbasiskan pada Video Conference atau Webinar maka guru, disini harus memiliki adanya metode khusus ketika berbicara langsung didepan kamera. Sehingga, Informasi atau materi yang disampaikan tersebut bisa benar-benar dicerna oleh para murid di tempat mereka masing-masing. 

Memiliki Kemampuan Berpikir Kreatif dan Inovatif 

Dengan begitu, banyak sudah informasi dan juga materi yang tersebar langsung di Internet saat ini tentu saja sangat amat memudahkan para guru untuk mencari dan juga mengembangkan bahan ajar dan juga media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan juga karakteristik murid tersebut. Untuk bisa mengumpulkan dan kemudian bisa langsung menyusun kembali berbagai macam Informasi dan setelah itu disajikan langsung dalam bentuk proses pembelajaran tertentu dan membutuhkan keterampilan serta kreatifitas yang sudah memadai dari seorang guru. 

Guru juga wajib nih familiar dengan adanya berbagai macam Tools dan juga Media pembelajaran digital yang sangat populer saat ini. Sehingga , bisa benar-benar memanfaatkan dan juga mengoptimalkan berbagai macam tools semisal : Google Classroom – Google Meet – Email – Whatsapp – Zoom dan masih banyak yang lainnya pada kegiatan pembelajaran. Dan bagi seorang guru dengan berpikir kreatif serta inovatif ini tentu saja akan menghasilkan adanya proses pembelajaran yang jauh lebih menyenangkan dan juga bisa membuat para murid ini jadi semakin betah dan nyaman. Hal ini disebabkan, kegiatan belajar mengajar tidak Monoton dan tidak akan membosankan. 

Terbuka akan Literasi Teknologi & Informasi 

Guru yang benar-benar merdeka, harus senantiasa memperbanyak pengetahuan dan juga keterampilan terutama sekali yang berkaitan langsung dengan si teknologi dan informasi di dalamnya. Semisal dengan kedepannya membaca berbagai macam artikel atau konten kreatif, inovatif dan mengedukasi di Internet ini sudah diharapkan langsung bisa membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan juga bisa memecahkan masalah belajar di Era Digital untuk saat ini. 

Literasi dari adanya media sosial dan juga media digital harus bisa menjadi sebuah habitat yang terus menerus dilakukan sepanjang waktu bagi setiap guru. Sehingga guru-guru pada era digital bisa terus menerus beradaptasi dan bisa mengetahui informasi terbaru dan juga akan langsung berinovasi mengembangkan Metode – Strategi dan juga Media Pembelajaran yang sangat kreatif serta menarik.